Perumahan Ramah Lingkungan

Property

Cari Perumahan Ramah Lingkungan, Pahami Ini !!

Dengan segala permasalahan lingkungan yang ada mulai dari polusi, pencemaran lingkungan, hingga pemanasan global, nggak heran kini semua orang mulai berlomba-lomba untuk mengubah gaya hidupnya jadi lebih ramah lingkungan. Termasuk di dalamnya adalah tinggal di perumahan di Semarang yang ramah lingkungan. Selain memiliki hunian pribadi yang ramah lingkungan, tentu penting juga untuk memastikan bahwa rumah yang kamu miliki juga berada di perumahan yang ramah lingkungan.

Tapi, seperti apa sebenarnya lingkungan perumahan yang ramah lingkungan? Apakah lingkunganmu sudah masuk ke dalam kategori perumahan yang ramah lingkungan? Yuk, simak karakter dari lingkungan perumahan yang ramah lingkungan.

LINGKUNGAN MERATA DAN TIDAK TERLALU PADAT

Lingkungan yang terlalu padat identik dengan kekumuhan. Hal ini salah satunya disebabkan semakin padat lingkungan, maka akan semakin padat pula sistem utilitas di kawasan tersebut sehingga rawan terjadi ketidak teraturan pada sistem utilitas kawasan. Tentu ini sangat jauh dari kesan perumahan yang ramah lingkungan Hal lain yang membuat lingkungan padat tidak masuk dalam kategori perumahan yang ramah lingkungan adalah gubahan massa bangunan yang terlalu berhimpitan karena terlalu padatnya lingkungan. Bangunan-bangunan yang berhimpitan tersebut akan mempengaruhi sirkulasi udara dan pencahayaan dari lingkungan tersebut secara keseluruhan dan juga secara ruang personal setiap rumah. Biasanya, rumah-rumah ini bertipe rumah minimalis mungil. Setiap rumah di lingkungan yang padat pasti memiliki pencahayaan natural yang buruk serta sirkulasi udara yang tidak baik. Hal ini memicu penggunaan energi berlebihan. Nggak jarang, penggunaan lampu dan pendingin ruangan di daerah seperti ini cenderung boros. Solusinya, bisa dengan menggunakan lampu LED yang terkenal lebih hemat listrik.

SISTEM PENGOLAHAN LIMBAH TERINTEGRASI

Konsep ramah lingkungan identik dengan daur ulang. Hal ini juga harus diterapkan pada perumahan yang ramah lingkungan, semua limbah yang dihasilkan oleh perumahan harus diolah secara bijak. Apalagi, limbah rumah tangga yang dihasilkan lingkungan perumahan nggak kalah banyak dan memiliki potensi yang sama mencemari lingkungan. Pengolahan limbah pada perumahan yang ramah lingkungan bisa dimulai dengan pemilahan jenis-jenis sampah rumah tangga. Mulai dari pemisahan yang bisa didaur ulang, yang bisa dijadikan kompos, hingga yang harus dimusnahkan. Selain sampah, limbah air juga memerlukan pengolahan yang cukup serius. Sirkulasi jalur air kotor lingkungan yang baik, ketersediaan penampungan, hingga pusat pengolahan limbah-limbah harus dijadikan prioritas.

BEKERJA, TINGGAL, DAN REKREASI DI SATU LINGKUNGAN

Perumahan yang ramah lingkungan juga harus memiliki aksesibilitas dan ketersediaan fasilitas-fasilitas penunjang yang baik. Seseorang yang tinggal di perumahan yang ramah lingkungan seharusnya bisa menuju tempat kerja cukup dengan berjalan kaki atau bersepeda. Nggak cuma bekerja, fasilitas publik seperti taman, pasar, klinik, pertokoan juga harus bisa diakses dengan berjalan kaki dengan mudahnya. Umumnya, perumahan yang ramah lingkungan sangat rendah tingkat paparan polusinya.

MEMILIKI AKSES MENUJU TRANSPORT PUBLIK

Meskipun perumahan yang ramah lingkungan harus bisa menjangkau setiap fasilitas dengan berjalan kali, tentu tetap ada beberapa kebutuhan penghuni perumahaan yang berada jauh dari kawasan perumahan yang ramah lingkungan. Untuk itu, perumahan yang ramah lingkungan juga harus terintegrasi dengan layanan transportasi publik. Layanan transportasi publik pada perumahan yang ramah lingkungan ini harus mudah diakses dengan berjalan kaki. Transportasi publik ini juga terintergrasi dengan berbagai pilihan rute dan transportasi publik lainnya sehingga memudahkan penghuni untuk mencapai suatu lokasi.

MEMILIKI RUANG TERBUKA HIJAU

Sebuah perumahan di Semarang yang ramah lingkungan juga ditandai dengan tersedianya ruang terbuka hijau yang memadai. Ruang terbuka hijau pada perumahan yang ramah lingkungan berfungsi tidak hanya sebagai area serapan air, tetapi juga mengatur sirkulasi udara, mengendalikan polusi udara, hingga menjaga kelembaban udara dari lingkungan perumahan yang ramah lingkungan agar lebih nyaman.

PENGGUNAAN PRODUK LOKAL

Menggunakan produk-produk lokal dalam membangun rumah dan fasilitas dalam perumahan yang ramah lingkungan adalah salah satu cara mengurangi penggunaan energi yang tidak efisien karena distribusi barang atau produk yang berasal dari luar lingkungan perumahan. Distribusi produk-produk dari luar ini akan meninggalkan jejak karbon yang tidak baik untuk kelestarian lingkungan.

PENGOLAHAN AIR

Seperti yang telah dibahas di awal, pengolahan limbah pada perumahan ramah lingkungan adalah salah satu ciri dasar dari perumahan yang ramah lingkungan. Salah satunya adalah limbah air. Pengolahan limbah air bersih juga sama pentingnya dengan pengolahan limbah air kotor.Tidak semua lingkungan bisa memiliki sumber air sehingga memerlukan distribusi air dari lingkungan lain. Pendistribusian air ini tentu membutuhkan energi yang tak sedikit. Maka dari itu, perputaran air di dalam lingkungan perumahan yang ramah lingkungan haruslah bersifat siklik, dimana air yang digunakan harus kembali lagi pada lingkungan untuk diolah dan digunakan kembali. Keberadaan kolam retensi dan pengolahan air bersih bisa menjadi solusi. Penggunaan air tanah bisa saja dilakukan untuk menghasilkan air bersih, namun cara ini bisa dikatakan tidak terlalu ramah lingkungan.

Itulah beberapa karakter dan ciri dari perumahan di Semarang yang ramah lingkungan. Kamu sendiri bisa berkontribusi mewujudkan lingkungan perumahan yang ramah lingkungan dengan memulainya dari rumahmu sendiri. Salah satunya dengan menghemat air dan listrik serta menggunakan produk dan furniture berkualitas yang ramah lingkungan.