Mengenal Alergi Protein Susu

Ibu & Anak

Mengenal Alergi Protein Susu

Alergi memiliki banyak jenis dan salah satunya adalah alergi susu. Banyak orang yang memiliki alergi susu ini dan mayoritas sudah diketahui sejak kecil. Ya, pemberian susu tentu saja biasa dilakukan sejak usia dini sehingga banyak orang yang ternyata alergi susu akan segera diketahui. Apakah Anda tahu apa sebenarnya alergi protein susu? Kondisi seseorang memiliki alergi susu memang sudah sangat sering terdengar. Sangat berbeda tentunya dengan jenis alergi misalnya seperti alergi sinar matahari, alergi daging merah, alergi biji wijen dan beberapa alergi anek lainnya. Untuk alergi susu, banyak orang yang memang sudah sangat sering mendengar bahkan sudah pernah mendapati dirinya tau disekitarnya memiliki alergi ini. Namun, sejauh apakah Anda mengenal alergi protein dari susu? Bisa jadi, pemahaman tentang alergi ini ternyata masih dangkal. Tahukah Anda apa bedanya alergi susu dan laktosa intoleran? Jika belum mengerti, ikutilah artikel ini hingga selesai.

Alergi susu sama seperti alergi lainnya. Alergi ini terjadi lantaran ada substansi yang ditolak oleh tubuh atau kekebalan tubuh sehingga muncul reaksi seperti gatal-gatal hingga sesak napas. Alergi susu ini sama seperti alergi yang disebabkan oleh makanan lainnya. Sehingga, penderita alergi susu hanya akan mengalami reaksi alergi ketika ada susu atau makanan yang berbahan susu masuk ke tubuhnya. Selain defisini ini, masih terdapat beberapa hal penting yang sebaiknya Anda ketahui. Untuk membantu Anda mengenal alergi protein susu sekaligus bagaimana mengatasinya, simaklah penjelasannya berikut ini:

  • Penyebab alergi susu

Penyebab alergi susu sama seperti penyebab alergi lainnya. Alergi merupakan kondisi individu yang tidak bisa kuat terhadap alergen atau substanasi yang menyebabkan reaksi alergi. Jadi, kondisi ini murni sebuah kondisi individual tanpa ada penyebab dari luar dan bukan juga termasuk penyakit. Kondisi ini tidak bisa dipandang sebelah mata karena akan menyebabkan reaksi alergi yang bisa mengganggu aktivitas dan juga dapat menyiksa. Selain murni kondisi tubuh setelah lahir di dunia, alergi juga bisa lantaran adanya warisan alergi dari orangtuanya. Walau tidak pasti, seorang anak yang lahir dari orangtua penderita suatu alergi memiliki potensi juga mewarisi alergi tersebut termasuk alergi susu.

  • Alergi susu vs laktosa intoleran

Banyak orang yang terjebak pada alergi susu dan laktosa intoleran. Padahal, keduanya merupakan kondisi yang berbeda. Laktosa intoleran merupakan kondisi tubuh yang tidak bisa memecah kandungan gula atau laktosa pada susu murni. Gejalanya bisa berbeda, karena laktosa intoleran biasanya akan menyebabkan reaksi yang lebih pada gangguan pencernaan.

  • Awal mula alergi susu

Umumnya, penderita alergi susu merasakan kondisi ini sejak usia bayi. Banyak kasus ditemukan bahwa tubuh tidak bisa menerima susu yang diberikan sejak usia dini. Namun, alergi juga bisa saja terjadi ketika telah beranjak dari masa kanak-kanak. Hal ini lantaran prinsip dari alergi yang baru akan menghasilkan reaksi alergi ketika tubuh terkena atau terpapar alergen secara berulang hingga akhirnya memang ditemukan reaksi alergi.

  • Pantangan penderita alergi susu

Apa saja yang menjadi pantang dari penderita alergi susu? Tentu saja penderita alergi susu tidak bisa diberikan susu dalam bentuk apapun. Walaupun suka dengan susu, untuk menghindari reaksi yang muncul nantinya tentu lebih baik untuk menghindari mengkonsumsi susu. Hal ini tidak berlaku hanya pada susu bentuk minuman saja namun semua olahan makanan yang terbuat dari bahan dasar susu.

  • Mengatasi alergi susu

Mengatasi alergi susu dibagi menjadi dua yaitu mengatasi ketika muncul reaksi alergi dan kedua alternatif untuk seseorang yang tidak bisa minum susu. Jika telah muncul reaksi susu misalnya gatal dan sesak napas, maka sebaiknya segera hentikan pengkonsumsian minuman atau makanan berbahan susu dan segera mencari obat antihistamin. Obat antihistamin akan memberikan bantuan untuk segera meredakan histamin berlebihan pada tubuh pada saat adanya alergen yang masuk. Sedangkan untuk orang yang menderita alergi susu, sebaiknya tetap memperhatikan makanan pengganti susu yang memiliki kandungan gizi sejenis. Misalnya seperti bayam, ikan salmon, tempe, telur, dan juga brokoli. Sinar UV-B pun juga merupakan sumber vitamin D sehingga baik untuk pengganti susu.

Selain itu, ada juga satu hal penting dan mendasar terkait alergi protein susu. Banyak orang terutama para orangtua yang langsung memberikan predikat anaknya memiliki alergi susu. Padahal, tanpa adanya pemeriksaan lebih lanjut dari dokter maka prediksi seperti itu bisa jadi tidak benar. Sebaiknya, jika memang diamati terdapat adanya kemungkinan seseorang memiliki alergi susu maka periksakan terlebih dahulu ke dokter. Jika tidak, bisa jadi hanya salah memilih susu saja atau pada saat minum susu sedang dalam kondisi yang tidak sehat atau tidak bugar. Jika Anda memiliki anak dan enggan untuk meminum susu dan ditandai dengan sering mual atau muntah, masih sangat mungkin hal tersebut lantaran soal selera susu saja bukan indikasi alergi susu.