Bahasa Anak Kucing

Lifestyle

Ternyata Memahami Bahasa Anak Kucing itu Gampang, Lho! Ini buktinya

Komunikasi anak kucing yang sesungguhnya seringkali menggunakan cara non-lisan. Walaupun dari waktu ke waktu bahasa anak kucing mungkin dengan cara bikin ribut, seperti raungan, mencicit, menggeram, berdesir, dan mengeong untuk mendapat perhatian. Dari berbagai gaya bahasa itu, mungkin Anda akan berpikir kalau ia berbicara sepanjang waktu. Apakah Anda mengerti apa yang ia katakan?

Apa yang diinginkan oleh anak kucing ada dua: hindari perbuatan yang bisa membuatnya stres dan sebaiknya jauhi konflik. Kalau dua hal ini dilakukan, Anda akan lebih mudah memahami bahasa isyaratnya. Terdengar sulit? Kalau iya, di bawah ini ada resep maknyus biar Anda gampang memahami bahasa isyaratnya.

  1. Ekor: Takaran Mood Anak Kucing

Ekor anak kucing Anda bisa menjadi takaran perasaannya dalam berbagai situasi: santai, nyaman, takut, dan gelisah. Itulah pentingnya memiliki kepekaan terhadap temperamen anak kucing rata-rata. Ekor anak kucing akan naik ketika ia lagi santai. Jadi, jangan keliru ya, dan menghakimi kalau ekor naik berarti ia lagi ketakutan atau gelisah.

Ketika anak kucing lagi senang, ia akan melonggarkan ekor di belakang tubuhnya atau menggulung ekornya. Selalu perhatikan ekornya. Dengan ini, Anda akan lebih peka ketika ia lagi stres, senang, ataupun takut. Ketika ia sedang gelisah, ia akan menggerakkan ekor dengan begitu cepat dan dinamis. Tipe gerakan ekor ini mengindikasikan ia lagi banyak beban pikiran dan tidak menikmati situasi di sekelilingnya.

Jika anak kucing Anda lagi fokus pada situasi tertentu, ia akan merendahkan ekor dan membalutnya di bawah tubuh atau di sisinya jika ia tiarap. Ketika bulu-bulunya berdiri karena ketakutan, ekornya pun turut memberi sinyal yang sama: kaku.

  1. Mata: Jendela Hati

Mata kucing Anda bisa juga mengilhami bagaimana kondisi hatinya saat itu. Ketika ia senang, ukuran pupilnya akan normal (tidak membesar). Ketika ia santai, matanya bisa terbuka ataupun bisa tertutup. Ketika ia ingin melarikan diri, ia akan mengubah bentuk pupilnya: membelalak atau mengecil sehingga matanya tampak keras dan kaku.

Ketika ketakutan justru ia tidak membuat kontak mata apa pun. Cenderung menghindari. Pada tahap ini, apakah Anda mulai berpikir kalau sesungguhnya kucing itu cerdas? Ya, betul sekali.

Tak sulit sebenarnya untuk memahami bahasa isyaratnya ketika ia terindikasi lagi bingung atau takut. Terutama ketika Anda sudah mengenal berbagai ekspresi dari bola matanya. Anda akan melihat sendiri ketika si anak kucing lagi sedih, panik, siap bertarung, maupun melarikan diri. Cukup lihat bola matanya. Hampir sama dengan manusia, kejujuran seringkali tampak lewat bola mata.

  1. Kumis: Wajah dari Ketakutan

Ketika kucing Anda santai, kumisnya akan merentang dari wajahnya. Ketika ia tertarik pada sesuatu, kumisnya mungkin akan bergerak maju sampai tampak kaku. Ketika ia lagi ketakutan, kumisnya akan berubah jadi datar, bertentangan dengan ekspresi wajahnya.

  1. Lidah: Jilatan pada Saat Tertentu

Jilatan kucing yang mendadak bisa menjadi sinyal kalau ia saat itu tengah gelisah. Jika anak kucing Anda menjilat bibir sedikit, bisa jadi ia tengah ketakutan terhadap sesuatu. Sama halnya ketika ia lagi nervous atau deg-degan, lidahnya akan menjilat tubuhnya berkali-kali lebih banyak dari biasanya.

Mungkin Anda berpikir kalau lidah anak kucing hanya untuk mengekspresikan diri ketika ia menghadapi makana. Padahal faktanya tidak begitu. Seperti ekor dan mata, lidah pada anak kucing punya bahasa isyarat juga.

Namun ada hal penting lainnya. Banyak orang yang masih berpikir kalau mata kucing yang terpejam dan kuping diam pertanda dia seolah-olah ngomong, “Aku lagi santai.” Padahal bisa jadi ia menggunakan ekor dan anggota badan lain untuk menyampaikan informasi yang berbeda. Jadi kombinasikan dari berbagai gerakan di tubuhnya untuk mendapat kesimpulan yang tepat.

Sedikitnya, begitulah cara memahami bahasa anak kucing yang mungkin selama ini tidak Anda sadari. Untuk memahaminya, Anda tidak perlu pawang kucing, ataupun dukun kucing. Anak kucing Anda-lah yang akan menunjukkan segalanya. Kalau Anda sudah bertambah dekat dengannya, ia pun akan dengan senang hati menunjukkan sinyal-sinyal itu pada Anda. Sebab, kucing itu punya hati, tidak seperti mainan.